Risalah
 

 

 

 

Home

Sejarah

Agenda

Risalah

Organisasi

AD-ART

Kegiatan

Gallery

Link

 

Edisi April 01

Edisi Okt 00

Edisi Agt 00

 

 

 

 

Nasehat Rasulullah SAW

Materi Ceramah Umum

Profil Tokoh

Hikmah

 

 

 


Nasehat Rasulullah SAW

 Rasulullah, Tauladan Sepanjang Zaman

               Pada zaman sebelum kerasulan Muhammad saw, masyarakat Arab terdiri dari golongan atas (bangsawan) dan golongan bawah. Yang pertama otoriter menguasai hak monopoli politik dan ekonomi, dan mengatur sendi kehidupan dengan sewenang-wenang. Sebagian dari mereka adalah pedagang-pedagang pemeras.
              Sedangkan lapisan bawah terdiri dari kaum lemah dan miskin, dan budak-budak tertindas. Di tenganh kondisi seperti ini, muncul gejolak persaingan antar suku yang atheis dan maraknya perbudakan.
               Persaingan, dinamisasi sosial ekonomi antar suku terus bergejolak. Masyarakat terkepung dalam cekaman ketakutan. Sering terjadi konflik antar suku yang berakhir dengan peperangan. Masing-masing bertujuan berebut kekuasaan. Masing-masing suku ingin memegang hak otoriter di jazirah yang panas itu. Mereka adalah orang-orang atheis dan musyrik. Itulah sebabnya perbudakan berkembang dan hak azasi masyarakat terinjak-injak. Kaum waanita ditempatkan sebagai golongan kelas bawah. Wanita dianggap sebagai benda yang tidak dapat diajak berperang. Maka bayi perempuan yang tak berdosa begitu lahir boleh langsung dibunuh. Sebagian besar mereka pemabuk dan berperilaku tak terpuji.               Abu Hisyam mengisahkan 50 hari sebelum Muhammad lahir (571 M) Abrahah Asyam, Gubernur Ethiopia di Yaman berusaha menghancurkan Baitullah di Makkah. Gubernur ini menyebar propaganda kepada penduduk Makkah dengan intimidasi agar menyembah berhala di kuil yang baru dibangun Abrahah di San'a. Namun penduduk Makkah bersikeras menolak dan berusaha mempertahankan Baitullah itu. Merasa wibawanya dilecehkan, Abrahah memutuskan menyerbu Makkah dengan mengerahkan berpuluh-puluh pasukan gajah. Serangan Abrahah ini mengalami kegagalan karena pada saat mendekati kota Makkah muncul beribu-ribu burung Ababil yang menjatuhkan kerikil dari neraka sehingga pasukan gajah morat-marit. (QS al-Fiil: 1-5)
                Lalu lahirlah bayi Muhammad. Sepanjang masa pertumbuhan hingga ia menginjak dewasa, suasana kehidupan masarakatnya tidak banyak mengalami perubahan. Peras-memeras tetap saja menjadi trend. Kejahilan terus merajalela yang ditandai dengan mabuknya manusia terhadap kesenangan dunia. Minuman keras dan wanita, menjadi obyek pemuas yang sangat populer.
               Pada zaman kerasulan Muhammad, tata kehidupan masyarakat di jazirah Arab berangsur-angsur berubah. Status kebangsawanan dan budak disamakan dalam jamaah. Kehidupan menjadi penuh kebersamaan dalam persaudaraan Islam dengan menjunjung tinggi standar moralitas.
        Sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw dalam menegakkan Islam selalu menghadapi rintangan dan tantangan yang berat. Namun semua itu dihadapinya dengan penuh keteguhan iman, tidak tergiur atas keanekaragaman tawaran baik harta, tahta, maupun wanita.
                Andai saja Nabi mau menghentikan perjuangannya untuk Islam atau melepas sama sekali ajaran Islamnya, maka kedudukan raja, harta yang melimpah bahkan wanita-wanita yang cantik telah tersedia. Namun semua itu ditepis, dan ia tetap meneruskan misi perjuangannya dalam menegakkan Islam sampai titik darah penghabisan. Bahkan di saat menjelang ajal, Nabi masih sempat berwasiat kepada umatnya agar selalu tetap menjaga shalat dan ibadahnya. Nabi dalam kepemimpinannya sebagai kepala negara, tidak saja pandai dalam memberikan nasihat dan fatwa, tapi juga bersatunya antara ucapan dan perbuatan. Nabi melakukan dulu apa-apa yang akan disampaikan kepada umatnya, setelah itu mengajak ummat untuk melakukan hal serupa. Sebagai pemimpin bisa saja Nabi saw memerintahkan bawahannya dan meminta dirinya mendapat prioritas dalam segala hal. Namun semua itu ditepis, malah memilih kehidupan yang wajar, apa adanya, bahkan segalanya diserahkan untuk Islam.
         Muhammad saw merasa takut kepada Allah swt bila dirinya berhidup mewah, sementara ummatnya hidup dalam kemelaratan. Bahkan Rasulullah terkenal dengan doa agar dalam kemaatiannya tergolong dalam kelompok orang-orang miskin. Allah mengabulkan, Nabi meninggalkan al-Qur'an dan al-Hadits sebagai pegangan hidup keluarga dan ummatnya.
            Dalam menegakkan ketauhidan Islam, Rasulullah memberi garis yang tegas. Kaum Quraisy suatu saat menawarkan kompromi kepada Rasulullah dalam urusan beribadah yakni pada suatu waktu Rasulullah menyembah berhala Quraisy, di waktu lain kaum Quraissy menyembah Allah. Dengan tegan Rasulullah menolak dengan menyampaikan firman Allah swt, "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku."
       Jelas sekali ketegasannya, tidak ada kompromi dalam menyelenggarakan peribadatan. Namun sesama manusia boleh saling menghormati, selama antar pihak tidak saling mengganggu dan saling memusuhi. Ketika Nabi menyiarkan dakwah Islam banyak yang tidak mengakui apa yang diajarkan Nabi, meski begitu Nabi tetap menghormati mereka sebatas sesama manusia
          Dalam setiap pengambilan keputusan, Muhammad selalu bermusywarah untuk menentukan kata mufakat dengan berpijak pada petunjuk al-Qur'an. Apalagi untuk urusan-urusan keduaniaan, yang bisa jadi ada orang-orang tertentu yang lebih memiliki keahlian.
          Di depan ummatnya ia selalu berpenampilan sederhana, mau mendengar pendapat mereka serta menampung aspirasi mereka. Hubungan Nabi dengan sahabat-sahabatnya begitu manusiawi, penuh kasih dan saling pengertian.

Kekhawatiran Barat

         Pakar dari Barat, Will Durrant menilai, Muhammad saw merupakan sosok nabi yang berhasil meningkatkan ruhani dan moralitas suatu bangsa dari kebiadaban. Dia membawa ajaran Islam dan menyebarkannya ke Barat dan ke Timur. Tak heran bila Michael H Hart, seorang cendekiawan AS menempatkan Muhammad saw sebagai tokoh urutan pertama di antara 100 tokoh dunia yang memiliki peranan besar dalam sejarah ummat manusia. Meskipun bagi kaum muslimin tanpa itupun tidak berkurang walau sedikit kemuliaan beliau. Kondisi realita di atas cukup menggelisahkan kalangan Barat. Dalam konteks kebangkitan kembali dunia Islam, Lothrop Stoddart mengatakan dunia Barat terkesan cemas terhadap kehadiran Islam setelah perang dunia II usai. Kendati dunia Islam dewasa ini mengalami pergolakan cukup hebat, ummat Islam tersebar antara Maroko dan Tiongkok, antara Washington dan Kongo, bergolak menuju Islam satu ide yakni Islam yang nyata, Islam yang membumi dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan besar akan dirasakan oleh seluruh ummat manusia di muka bumi ini. Paparan tauladan di atas memberikan penekanan bahwa sosok seperti itu masih dan terus relevan diikuti pada zaman ini dan mendatang. Apalagi melihat fenomena dekadensi moral, krisis figur dan krisis wibawa terjadi di mana-mana. Dan merupakan saat yang tepat bila pribadi Muhammad saw dijadikan sebagai acuan untuk menempuh kehidupan yang serba global ini. Bila pakar Barat terkagum-kagum pada pribadi Rasulullah saw, masihkan kaum muslimin tetap berpangku tangan tanpa ada upaya untuk meneladaninya?
          Mengenang kembali Rasulullah tidak sebatas memeriahkan acara ritual di setiap peringatan kelahiran beliau. Juga tidak cukup sebatas terkagum-kagum. Tapi hendaknya ada upaya penyelarasan tingkah laku, sesuai dengan ajaran mulia yang beliau bawa. Menjunjung tinggi akhlak mulia dan menyebarkanluaskan rahmat bagi seluruh alam. (Zainul Hidayat)
                                                                                back to top

 

 

 

 

 


Materi Ceramah Umum

Ustadz Dr Daud Rasyid,MA
29 April 2001
di Masjid Darul Ma'arif

Kesungguhan Jihad

           Di dalam majelis dzikir ini marilah kita hanya mengingat ALLOH  , Janji-Janji-Nya, Perintah-Perintah NYA , dan larangan-laranganNya .ALLOH SWT akan memberi kebahagiaan baik di dunia maupun di kampung akherat kepada orang-orang yang mengingat dan menaati  perintah dan menjauhi larannya .Begitupula sebaliknya kepada orang orang yang melalaikan  dan meingkari perintah Nya ,ALLOH memberikan peringatan dan keburukan di dunia maupun di akherat
           Alloh berfirman
Katakanlah Muhammad , apabila anak-anak mu , istri-istri mu ,saudara-saudaramu lebih engkau cintai daripada Alloh dan RasulNya maka tunggulah hukuman yang engkau terima . Kondisi ini terlihat jelas bagaimana kita sebagai ummat benar-benar terhinakan oleh orang lain. Salah satu cara untuk menghilangkan kehinaan tersebut dengan kembali ke Jalan Nya , kembali mengikuti PerintahNya serta Menjauhi LarangaNya
           Dalam situasi seperti  ini , kita harus benar-benar bermunajat kepada Alloh atas keadaan yang menimpa umat islam yang saling berkelahi satu sama lainnya. Salah satu hadist ,
Rasulullah bersabda bahwa pada suatu masa nanti umat islam akan menjadi mangsanya bagi ummat lain . Shahabat bertanya apakah jumlah kita sedikit ? Rasulullah menjawab Tidak ! Jumlah kita banyak namun kita hanya lah Buih , Kita tidak berbobot dan mudah disetir untuk mengikuti pemahaman dan pemikiran orang lain .
          Keadaan itu dapat tergambar  dengan jelas bagaimana Muslimin Palestina adalah mangsanya Israel, Muslimin Khasmir mangsanya Hindu India, Muslimin Burma mangsanya Budha , Muslimin Moro mangsanya Khatolik Filiphina  dan Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, Sebuah negeri mayoritas muslim menjadi mangsanya kaum kafir disana
        Dalam majelis ini , Marilah kita renungkan kebenaran dalam setiap keadaan seperti ini . Alloh telah mencabut rasa takut setiap musuh Islam karena kita telah terjangkit Penyakiit Wahn yaitu Penyakit Takut Mati dan Cinta Dunia .
        
Abu Bakar Ash Shiddiq RA berkata Harta itu cukup di tangan kita jangan dimasukkan ke dalam hati . Terbukti generasi Shahabat Rasulullah adalah generasi yang lebih banyak menggunakan harta untuk kepentingan menyebar  dan menegakkan Islam, Bahkan tidak sedikit dari mereka adalah orang-orang kaya dan menjadikan harta mereka berada cukup ditangan bukan di hati .Kebalikan dengan keadaan sekarang yang menjadikan harta berada tidak hanya ditangan melainkan juga dihati , siang dan Malam memikirkan harta . Bahkan yang menyedihkan ada diantara sebagian kaum muslimin menjadikan harta berada di hati namun tidak ada di ditangan. (berangan angan)
           Terlihat bagaimana kita  menanamkan keyakinan yang salah dalam menerapkan tujuan pendidikan kita untuk hanya dunia yaitu kekuasaan  dan harta .Pernahkah kita berkata tujuaan yang kita capai adalah Jihad Fisabilillah dengan melihat banyak saudara -saudara kita mati terbunuh sia-sia dengan menjadi santapan lezat orang lain
           Semoga dengan melihat keadaan yang seperti itu , kita menjadi lebih mendekatkan Diri kita kepada Alloh dengan bertakwa dalam arti yang sebenarnya.
     Wassallam.

                                                                         back to top

 

 

 

 


Profil Tokoh

 DR. Daud Rasyid, MA

LAHIR
 3 Desember 1962 Tanjung Balai ( Sumatera Utara),

PENDIDIKAN
1980 s/d 1983 belajar di Fak. Syari`ah IAIN Medan dan di Fak. Hukum USU Medan.
1984 s/d 1987, program S1 dalam 'Syari'ah and Law' Univ. Al Azhar, Mesir.
1987 s/d 1990, S2 dalam bidang 'Syari'ah' Fak. Darul 'Ulum (Studi Islam & Arab), Cairo University, Mesir
1994 s/d 1996, S3 dalam bidang 'Syari`ah' dari Cairo University, Mesir.   

KEGIATAN
Aktif mengisi seminar, ceramah dan pertemuan - pertemuan ilmiyah Aktif menulis diberbagai media massa    

PEKERJAAN
Staf pengajar Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Staf pengajar pada Fak. Syari`ah IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung.
Pimpinan Boarding School "Al-Makmuriyah" Sukabumi.

KARYA ILMIYAH
 'Pembaharuan Islam & Orientalisme Dalam Sorotan'
Islam dan Reformasi (jakarta, 1999)
'Islam dalam Berbagai Dimensi' (GIP, 1998)
'Syari'at Islam Hukum Yang Abadi' (Terjemahan karya Prof. DR. Abdullah Nashih 'Ulwan) 'Methode Riset Islami' (Terjemahan Karya Prof. DR. Abdul Halim Mahmud)
Bank Tanpa Bunga' (Terjemahan karya Prof. DR. Yusuf Al Qardhawy)
'Ghazwul Fikri Dalam Sorotan' (Terjemahan karya Prof. DR. Ahmad Abdur Rahim)

TERBARU
 FITNAH KUBRO (Tragedi pada masa sahabat) : Klarifikasi sikap serta analisa historis dalam perspektif  ahli hadist dan Imam Thobary [terjemahan karya M. Amhazun Ph.D.]

sumber :http://daudrsd.hypermart.net

     back to top

 

 

 

 


ORANG BERIMAN

   Orang yang beriman selamanya cinta kepada Allah  semakin tebal keimanannya,semakin dalam perasaan cintanya   Kalau sudah mabuk cinta..   di matanya akan terbayang akan apa yang dicintainya   Baginya seluruh perhatian,pemikiran,perasaan dan   setiap denyut jantungnya tertuju kepada yang Maha Satu   begitu juga dengan seluruh rongga kalbunya penuh dengan rasa rindu

back to top

[Home] [sejarah] [Kegiatan] [Agenda] [risalah] [AD-ART] [Organisasi] [Links] [Gallery]


Copyright (c) 1421 H, Remaja Islam   Darul Ma'arif (  RISDAM ) . All rights reserved.


Copyright (c) 1421 H, Remaja Islam   Darul Ma'arif (  RISDAM ) . All rights reserved.