Risalah
 

 

 

Home

Sejarah

Agenda

Risalah

Organisasi

AD-ART

Kegiatan

Gallery

Link

 

 

Edisi Juni 01

Edisi April 01

Edisi Okt 00

Edisi Agt 00

 

 

 

 

 

 

 

 

Nasehat Rasulullah SAW

Materi Ceramah Umum

Profil Tokoh

Hikmah

 


Nasehat Rasulullah SAW

Dari Mu'adz bin Jabal R.A, ia berkata, "Pernah aku bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan.  Pada suatu hari  aku dekat sekali dengan beliau kala kami sama-sama menapakan kaki.  Aku berkata, "Wahai Rasulullah, beritahulah aku tentang sesuatu perbuatan yang dapat menghantarkan aku masuk surga dan  menjauhkan diriku dari neraka."
        Beliau bersabda,"Kamu telah  bertanya tentang sesuatu yang besar.  Hal itu sangat mudah badi orang yang dimudahkan Allah bagi nya.  Hendaklah  kamu menyembah  Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan haji di Baitul Haram."
          Kemudian beliau melanjutkan lagi,"Maukah kamu  kutunjukkan pintu-pintu kebaikan?          "Baik ya Rasulullah," kataku.
           Beliau bersabda,"Puasa adalah surga.  Shadaqah dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air yang memadamkan api.  Shalat yang didirikan seseorang di tengah malam adalah syi'ar orang-orang shaleh."  Lalu beliau membaca ayat Al-Qur'an:         "Lambung mereka jauh dari  tempat tidurnya, sedang  mereka berdo'a kepada Rabbnya  dengan rasa takut  dan harap,  dan  mereka menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka.   Seorang pun tidak mengetahui apa yang di sembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan  mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjaka ."
           Beliau bersabda lagi,"Maukah kamu kuberitahu tentang pangkal masalah, tonggak, dan yang paling tinggi kedudukannya?"
        "Baiklah ya Rasulullah," kataku.
        "Pangkal masalah adalah Islam.  Tonggaknya adalah  shalat, dan yang paling tinggi kedudukannya adalah jihad."
        "Maukah kamu kuberitahu sendi dari semua itu?"
        "Tahanlah ini atas dirimu," sabda beliau  sambil  menunjuk lidah.
        "Wahai Rasulullah, bagaimana kita dapat melakukannya padahal kita berbicara dengan lidah?," kataku.
        "Wahai Mu'adz, ibumu akan bersedih karena kematianmu. Apakah manusia menjerumuskan  wajahnya ke dalam  api atau berkata dengan dengusan hidungnya kecuali diakibatkan oleh lidahnya?"

           back to top

 

 

 


Materi Ceramah Umum

Ceramah Umum
bersama Dr Ahzami Samiun Jazuli, MA
Masjid Darul Ma'arif 30 Mei 2001

Berinteraksi dengan Al-Qur'an

           Al Qur'an diturunkan untuk umat manusia sebagai kehormatan , umat islam akan menjadi ummat yang terhormat apabila senantiasa berinteraksi dengan  Al Qur'an . Pada kenyataan ummat melupakan untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an sehingga secara  fisik dan pemikiran intelektual terbelakang dengan yang lain
             Secara fisik , bagaimana rosulullah mencontohkan pribadi yang kuat , apabila beliau berjalan sangat cepat bagai ditelan bumi maka apabila mempunyai fisik yang lemah akan menggambarkan ruhiyah yang lemah pula  .   Dalam Surat Al Furqaan :30 : Berkatalah Rosul:"Ya Tuhanku sesungguhnya kaumku  menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan ".  Ummat Islam merupakan ummat terbaik yang diturunkan ditengah-tengah manusia dan letak kekuatan ummat itu adalah pada Al-Qur'an .
              Ibnu Katsir memberi kiat kiat berinteraksi pada Al Qur'an
1. Senantiasa bertilawah pada Al Qur'an .
     Alloh selalu  memerintahkan kita untuk sholat tahajud dan membaca Al-Qur'an dengan       tartil . Keimanan  pada alqur'an ditentukan bagaimana kita mencintainya dan       membacanya. Tidak akan beriman kepada Alloh dan Rosul dengan mencintai  Alloh dan      Rosul lebih dari apa yang dicintai daripada keluarganya.
2. Tadabbur Al-Qur'an dan merenunginya
     ketika mendengar ayat-ayat alqur'an tentang neraka maka menangislah seolah-olah     azab neraka akan menimpa dirinya.  diantara ayat-ayat dalam surat Muhammad     ditegaskan bahwa ciri-ciri orang munafik adalah tidak merenungi Al-Qur'an sehingga     banyak orang yang mendengar ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan namun hatinya tidak     berubah karena tidak berinteraksi Al-Qur'an
3. Menghafal Al-Qur'an
    Sesunggunya orang yang meninggalkan Al-Qur'an adalah yang tidak mau menghafal     Al-Qur'an , bahasa Arab adalah bahasa yang didengarkan setiap muslim ketika lahir     lewat suara azan dan iqomat yang dibisikan lewat telinga . Salah Satu mukjizat Al-Quran     adalah banyak orang yang menghafal al-Qur'an  namun tidak memahaminya.
4.  Mengamalkan Isi Al-Qur'an
     Al Qur'an merupakan kurikulum kehidupan bagi setiap muslim . Indonesia mengalami      krisis yang multi dimisional karena  dalam kehidupan , kita selalu mengacu pada hukum      buatan manusia.
5. Menda'wahkan isi Al Qur'an
     " sampaikan walau itu satu ayat "
     Imam Syafei mengatakan bahwa  Ilmu adalah apa yang difirmankan Alloh dan     disabdakan Rosulullah SAW
    
            Semoga kita menjadi manusia -manusia yang selalu berinteraksi dengan Al-Qur'an dan mencintai Alloh dan Rosul   Aamien.

 back to top

 

 

 


Profil Tokoh

 

 Dr Ahzami Samiun Jazuli, MA

Lahir di  Pati, Jawa Tengah pada tanggal 24 Juni 1962 .Pendidikan Beliau dari S1 hingga S3  berasal dari Jamiatul Muhammad ibnu Saul  di Riyadh , Arab Saudi . Saat ini Alloh mengkaruniakan 5 Putra dan 4 Putri kepada Beliau.

Aktivitas Beliau adalah Staff Pengajar Program Pasca Sarjana IAIN Jakarta dan IAIN Padang, Ketua Pondok Pesantren Darul Hikmah , Bekasi .  Beliau juga merupakan Ketua Lajnah Pembebasan Masjidil Al Aqso , Palestina.

Menulis adalah salah satu kegiatan yang sering dilakukannya . Banyak buku-buku yang telah ditulisnya salah satunya adalah  Al Hijrah fil Al Qur’an Karim . Selain itu beliau juga menjadi penulis  artikel di majalah Islam seperti Saksi dan Sabili

Beliau juga memberi ceramah pada berbagai pengajian, diskusi dan   seminar .Wajah beliau kerapkali dapat kita jumpai pada program kuliah shubuh di TVRI dan SCTV

 

     back to top

 


Tanda Kebahagiaan dan Kesengsaraan

Tanda kebahagiaan seorang hamba ialah menyembunyikan amal kebaikan di belakang punggungnya dan meletakkan amal keburukan nya didepan matanya.
Tanda Kesengsaraan seorang hamba ialah  ia meletakkan amal kebaikan didepan matanya dan meletakkan keburukannya di belakang punggungnya.

Ibnu Qoyyim,
Miftahu Daarus Sa'adah

   

back to top

[Home] [sejarah] [Kegiatan] [Agenda] [risalah] [AD-ART] [Organisasi] [Links] [Gallery]

 


Copyright (c) 1422 H, Public Relation Departement Remaja Islam   Darul Ma'arif (  RISDAM ) .